Hubungan Antara Tingkat Stres dan Perilaku Merokok

Pengetahuan tentang keterhubungan antara stres dan perilaku merokok telah menarik minat para peneliti sejak tiga dekade yang lalu sebagai hasil dari penelitian-penelitian dalam bidang genetik, neurosains, dan klinis. Penelitian-penelitian tersebut menghasilkan temuan bahwa terdapat penjelasan yang bersifat klinis dan teoritis terkait hubungan antara perilaku merokok, stres, dan coping (Fink, 2007).

Individu-individu dengan problem psikiatrik dan trait kepribadian tertentu yang membuat mereka lebih sering mengalami distres personal lebih cenderung untuk merokok. Selain itu, hasil penelitian terhadap keluarga, saudara kembar, dan molekul genetik menunjukkan bahwa faktor genetik ikut memainkan peran yang cukup signifikan dalam perilaku merokok dan stres. Secara lebih spesifik dapat dijelaskan bahwa terdapat banyak gen yang berperan ganda, mempengaruhi seorang individu untuk merokok dan membuat seorang individu cenderung mengembangkan trait kepribadian dan gangguan psikiatri yang berhubungan dengan stres (Fink, 2007).

Finkelstein dkk (2006) meneliti 1021 remaja dan menemukan bahwa tingkat stres yang tinggi berakibat terhadap meningkatnya resiko untuk merokok, baik melalui analisa terhadap data cross-sectional maupun longitudinal. Hampir sama dengan Finkelstein dkk, Booker dkk (2004) menemukan bahwa perilaku merokok pada remaja berhubungan dengan peristiwa penuh stres dalam kehidupan sehari-hari. Para remaja yang melaporkan tingkat stres tinggi juga melaporkan tingkat merokok yang tinggi, niat yang lebih besar untuk merokok pada tahun depan, dan keinginan yang lebih kuat untuk merokok di SMU dibandingkan mereka yang melaporkan tingkat stres rendah. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa kejadian penuh stres yang paling sering dihadapi para remaja adalah hal-hal yang berhubungan dengan sekolah (seperti keharusan belajar untuk menghadapi ujian, dan mendapat nilai buruk), teman sebaya (seperti berdebat dengan teman), dan hal-hal pribadi (seperti gangguan tidur, keharusan bangun lebih pagi, dan sakit). Di antara hal-hal tersebut, kejadian-kejadian negatif yang dialami bersama teman sebaya mempunyai hubungan yang paling signifikan dengan perilaku dan niat untuk merokok, sehingga mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman-temannya mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengalami masalah yang mendorong mereka untuk merokok. Dengan merokok, mereka berharap dapat menjadi lebih relaks sehingga bisa mengalihkan perhatiannya dari keadaan yang menyebabkan stres. Individu yang sedang dalam keadaan tertekan mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar untuk merokok dibanding individu lainnya. Seorang mantan perokok seringkali memutuskan untuk mulai merokok lagi ketika mereka mengalami stres (Brandon, 2000) sehingga dapat dikatakan bahwa pengalaman penuh stres dan perasaan negatif merupakan pemicu bagi seseorang untuk kembali merokok (Cohen & Lichtenstein, 1990).

DAFTAR RUJUKAN:

Booker, Cara L.; Gallaher, Peggy; Unger, Jennifer B.; Ritt-Olson, Anamara; and Johnson, C. Anderson. 2004. Stressful Life Events, Smoking Behavior, and Intentions to Smoke among a Multiethnic Sample of Sixth Graders. Ethnicity & Health, 9(4): 369-397.

Brandon, Ph.D., Thomas. 2000. Smoking, Stress, and Mood. H. Lee Moffit Cancer Center and Research Institute at the University of South Florida.

Cohen, Sheldon & Lichtenstein, Edward. 1990. Perceived Stress, Quitting Smoking, and Smoking Relaps. Health Psychology, 9(4): 466-478.

Fink, George. 2007. Encyclopedia of Stress Vol I. 2nd ed. San Diego: Academic Press.

Fink, George. 2007. Encyclopedia of Stress Vol II. 2nd ed. San Diego: Academic Press.

Finkelstein, Ph.D., Daniel M; Kubzansky, Ph.D., Laura D.; and Goodman, M.D., Elizabeth. 2006. Social Status, Stress, and Adolescent Smoking. Journal of Adolescent Health, 39:678–685.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: