Teori Henry A. Murray

Bagi saya, kepribadian adalah seperti hutan Afrika tanpa batas.

Dalam kerangka kerja yang ia sebut sebagai sistem personologi, Henry Murray telah merancang suatu pendekatan terhadap kepribadian secara eclectic maupun orisinil. Di dalamnya terkandung bagian dan cerminan modifikasi dari teori Freud tetapi juga konsep dan metode orisinil, yang digambarkan bersama secara efektif sehingga dapat menjadikan stimuli bagi yang lainnya dalam bidang kepribadian.

Rumusannya merupakan bagian dari dan sekaligus merupakan pengembangan pengalaman-pengalamannya sendiri dalam biokimia dan pengobatan, dalam penelitian dan pelatihan psikoanalisis, dan dalam studi mendalamnya tentang kesusastraan, khususnya terhadap tulisan Herman Melville. Sebagai hasilnya, teorinya termasuk dalam kenirsadaran dan juga kesadaran, kisah masa lalu maupun masa depan, dan pengaruh fisiologis maupun sosiologis.

Sistem tersebut menekankan pada fungsi fisiologis yang mengatur dan mengarahkan kepribadian. Sebagai pusat kepribadian, otak mempunyai fungsi untuk membawa kesatuan dan keterpaduan terhadap tingkah laku. Perhatian Murray terhadap fisiologi juga terbukti lewat minatnya (berbagi bersama Freud, iantaranya) terhadap peredaan tegangan sebagai kekuatan terbesar dalam tingkah laku. Dalam tingkatan biologis maupun fisiologis, keduanya menyuarakan konsep peredaan tegangan sebagai hukum utama dari fungsi manusia, meskipun ia memperluas konsep dasar dan gagasan yang banyak digunakan ini.

Pengaruh psikoanalisis Freudian dapat terlihat melalui sistem Murray di dalam pentingnya tenaga kenirsadaran, tingkah laku orang dewasa yang merupakan efek dari pengalaman masa kecilnya, dan keterpaduan idenya tentang id, ego, dan superego. Bagaimanapun juga, ketika jejak Freud telah jelas sekalipun, sama jelasnya bagi Murray yang memberikan interpretasi unik terhadap fenomena fisiologis ini. Malahan, perbedaannya dengan psikoanalisis klasik sangat besar sehingga sistemnya harus diklasifikasikan dengan neo-Freuian daripada dengan Freud.

Barangkali kedua hal yang dapat dikenali dari sistemnya ini merupakan pendekatan yang sangat rumit terhadap kebutuhan manusia dan sumber data dalam membangun teorinya. Keputusannya yang berhati-hati dalam membuat daftar kebutuhan manusia, yang spesifik dan terdiferensiasi, telah dipakai dalam skala besar pada penelitian, dalam pengukuran atau penilaian kepribadian, dan dalam tindakan klinis. Sebagai sumber untuk datanya, Murray tidak seperti teoritis-teoritis yang telah dibahas sejauh ini, tidak banyak mempelajari pasien di bawah pengobatan psikoterapi yang dianggap sebagai individu normal (mahasiswa di Harvard). Juga, kebanyakan datanya diperoleh dari apa yang bisa kita simpulkan sebagai suatu prosedur pembuktian dalam praktik laboratorium daripada dari kasus-kasus orang-orang yang menderita (atau menikmati) neurosis.

Dikarenakan hubungannya yang panjang dengan universitas ternama yang besar (daripada klinik yang relatif terisolasi atau praktik pribadi), dan dikarenakan beberapa ketertarikan kualitas manusia dan dari sistemnya, Murray mengumpulkan dan melatih kelompok besar psikolog, kebanyakan dari mereka telah mendapat pengakuan bagi keyakinan mereka sendiri dan yang telah membawa setidaknya sedikit ajarannya. Perluasan dan pengikutsertaan dalam pekerjaannya merupakan suatu kepuasan yang sering disangkal para teoris lain.

Kehidupan Murray (1893 –    )

Tidaksatupun, kemiskinan maupun orangtua yang neurotik, menandai masa kanak-kanak Henry Murray. Bagaimanapun juga, tetap ada bagian dari, berdasarkan Adlerian sebagai pengganti dari cacat jasmani, suatu kepekaan yang supernormal terhadap penderitaan orang lain, dan suatu petunjuk tentang penolakan dari ibunya untuk memastikan bahwa masa kanak-kanaknya benar-benar tidak menjemukan.

Meskipun banyak aspek yang menarik dari masa kanak-kanaknya dan kepribadiannya, sulit untuk menghubungkan teori Murray dengan dirinya sendiri. Entah tidak ada hubungan dalam kasus ini, atau Murray belum menceritakan secara cukup tentang dirinya sendiri untuk mengizinkan kita memperkirakan hubungan tersebut. Seperti yang telah disebutkan, Murray mendasarkan teorinya pada penelitian laboratorium dan bukan pada kasus histori pasien. Jadi, sangat mungkin bagi ia untuk melakukan pendekatan terhadap studi kepribadian sebagai proyek ilmiah, dibandingkan dengan usaha untuk mengerti masalah-masalah emosional atau kebutuhan-kebutuhan dirinya sendiri. Ketika Murray menjalani psikoanalisis sebagai orang dewasa, sebagai bagian dari latihannya, analisnya tidak bisa menemukan kesalahan apapun pada dirinya.

Dalam tingkatan apapun, Murray bisa dipastikan lahir dalam keadaan berlimpah kekayaan. Ia menghabiskan masa kecilnya di rumah di kota New York yang sekarang menjadi bangunan Rockefeller Center. Musim kemaraunya dihabiskan di pantai Long Island. Ketika masih kecil ia ikut serta orang tuanya menjalani 4 kali perjalanan panjang ke Eropa.

Bagi Adlerian, ingatan pertama Murray adalah sesuatu yang menarik. Ia menyebutnya ”the marrow-of-my-being memory”. Kira-kira di usianya yang keempat, ia memperhatikan suatu lukisan ratu bermuka sedih duduk di sebelah anak lelakinya yang sama bermuka sedihnya. Ibunya mengatakan kepadanya bahwa “kemungkinan menghadapi kematianlah yang membuat mereka terlihat sedih”. (Ini merupakan jenis gambar yang sama suramnya dengan gambar yang kemuian dipakai dalam Thematic Apperception Test-nya yang terkenal).

Murray menafsirkan ingatan tersebut sebagai pemutusan ikatan emosional antara dirinya dengan ibunya, karena ibunya berhenti menyusui ketika ia masih berusia 2 bulan, dan karena ibunya lebih banyak menghabiskan waktu dengan kakak perempuan dan kakak lelakinya. Jadi, Murray ditinggalkan dengan apa yang ia sebut sebagai kasih sayang ibu yang “terbatas, porsi terbaik ketiga”.

Juga pada masa mudanya, ia menjadi sangat peka terhadap masalah-masalah emosional dan penderitaan orang lain, dikarenakan ia mendapati kedua tantenya neurotik, yang satu adalah seorang yang histeris sedangkan yang lainnya menderita depresi berat.

Sebagai anak, Murray menderita internal strabismus (mata juling). Pada usianya yang ke-9, di ruang makan rumahnya, ia dioperasi untuk memperbaiki kondisi tersebut. Sebagai hasilnya, ia tidak lagi menderita internal strabismus; tetapi menjadi eksternal strabismus, berterima kasih pada kesalahan sang ahli bedah, dan Murray ditinggalkan tanpa mempunyai penglihatan stereokopis. Setelah operasinya, tidak perduli betapa kerasnya ia berusaha, ia tidak pernah bisa bermain baik dalam permainan tenis, kasti, atau permainan sejenisnya, dikarenakan ia tidak bisa memfokuskan kedua matanya pada bola. Itu adalah saat dimana ketika ia mulai menjadi gagap. Ia tetap tidak menyadari akan cacat penglihatannya sampai ketika di sekolah kedokteran, ketika seorang dokter menanyakan padanya apakah ia mempunyai masalah dalam bermain ketika ia masih kecil.

Kedua kecacatannya – gagap dan ketidakmampuannya dalam bidang olahraga – menciptakan suatu kebutuhan untuk mengkompensasinya. Ketika ia bermain sepakbola, ia hanya bisa menjadi pemain gelandang belakang (dan ia tidak pernah gagap ketika memberikan kode); ia juga mengambil kelas tinju di sekolahnya.

Setelah lulus dari sekolah Groton, Murray masuk ke Harvard. Ia mengambil jurusan sejarah dan mendapat nilai yang sedang-sedang saja dikarenakan ia meluangkan kebanyakan waktunya pada bidang atletik. Karirnya kemudian diwarnai oleh perjalanan yang berliku-liku oleh studi tentang kepribadian. Pada tahun 1919, ia lulus dari Columbia University Medical School dengan nilai tertinggi di kelasnya. Sejalan dengan itu, ia memperoleh gelar M.A, di bidang biologi dari Columbia, dan kemudian mengajar fisiologi untuk waktu jangka pendek di Harvard.

Setelah menjalani 2 tahun tugas sebagai seorang dokter yang dilatih untuk ilmu bedah di rumah sakit New York, ia kemudian memimpin penelitian biokimia di bidang embriologi di Rockefeller Institute selama 2 tahun. Kemudian ia melanjutkan studinya di Inggris dan di tahun 1927 ia mendapat gelar Ph.d di bidang biokimia dari Cambridge University.

Bagaimana, kita dapat membayangkannya secara jelas, perjalanan panjang dan rumit ini membawa pada ilmu psikologi, terutama ketika ia tidak menyukai beberapa pelajaran psikologi yang diambilnya di bangku kuliah dan sekolah kedokteran? Malahan, pada pertemuan kedua dalam pelajaran psikologi pertamanya, ia sudah memulai “mencari jalan keluar terdekat”.

Kepekaan Murray terhadap penderitaan orang lain telah disebutkan sebelumnya. Hal ini dikuatkan, selama tugasnya sebagai dokter ahli bedah, ketika ia memulai penelitian untuk faktor psikogenik pada latar belakang pasiennya. Kemudian, pada tahun 1923, ia banyak terpengaruh dari buku Jung, Psychological Types. Pada tahun 1927, ia menghabiskan waktunya selama 3 minggu di rumah Jung di Switzerland. Mereka menghabiskan waktunya bersama-sama dan Murray menulis, “kesempatan besar dalam dunia yang mengagumkan telah terbuka lebar … Saya telah mengalami kenirsadaran tersebut”.

Setelah beberapa tahun di Rockefeller Institute, Murray, pada tahun 1927, ditawari penawaran oleh seorang psikolog di Morton Prince menjadi seorang asisten dalam mendirikan klinik psikologi Harvard, yang sengaja didirikan untuk mempelajari kepribadian. Sebagai bagian dari pelatihannya, Murray menjalani psikoanalisis, dan dilaporkan bahwa seorang analisnya menjadi bosan karena sifat phlegmatic bawaannya dari masa kecilnya dan kekurangannya yang kompleks.

Di akhir tahun 1930an, Murray mengembangkan tes populer Thematic Apperception Test, salah satu yang digunakan luas bagi pengukuran proyektif dari kepribadian dalam lingkungan penelitian maupun pelatihan. Selama perang dunia ke-2, ia bergabung dengan angkatan darat dan menjadi Director of the Assessment for the Office of the Strategic Services, menyaring kandidat-kandidat untuk melakukan tugas yang berbahaya bagi organisasi “cloak-and-dagger”. Sebagai tambahan, kira-kira selama 25 tahun Murray  membedah isi buku dari pengarang Herman Melville, dan pada tahun 1951 ia mempublikasikan hasil analisisnya tentang makna psikologikal dari novel Moby Dick.

Murray tinggal di Harvard sampai ia pensiun pada tahun 1962, memimpin penelitian, merumuskan teori kepribadian, dan melatih sejumlah psikolog, beberapa dari mereka menerima penghargaan dalam mempelajari kepribadian. Sangat dihargai dan dikenal dalam psikologi sekarang ini, Murray telah dianugerahi Gold Medal Award oleh American Psychological Foundation dan Distinguished Scientific Contribution Award oleh American Psychological Association.

Sifat Dasar Kepribadian

Murray sangat berhati-hati menunjuk teorinya tentang personologi (istilahnya untuk studi kepribadian) adalah bersifat sementara (tentatif), yang tidak diharapkan menjadi akhir, dan mencakup-semua rumusan. Personologi, menurut pendapatnya, sangat kompleks dan tergolong baru untuk dipahami melalui tingkat pemahaman kita. Agaknya, ia melihat pekerjaannya secara teoritis dan empiris sebagai “persiapan bagi peningkatan sistem yang komprehensif”. Namun demikian, terdapat beberapa prinsip dasar yang rupanya ia lihat sebagai bahan dasar yang kuat bagi  peningkatan sistemnya.

Prinsip utama dalam semua pekerjaannya adalah komitmen yang pasti bagi gagasan bahwa proses psikologis bergantung pada proses fisiologis. Komentarnya yang tajam “tidak punya otak, tidak punya kepribadian”, menyimpulkan pandangan ini secara baik. Kepribadian berakar dalam otak, yang adalah, fisiologi otak individu mengendalikan dan memerintah kepribadian. Sebagai contoh sederhana, struk atau beberapa jenis obat dapat mengubah fungsi otak, dan juga kepribadian.

Semua hal yang mempengaruhi kepribadian berada dalam otak – pusat perasaan, ingatan sadar dan nirsadar, keyakinan, sikap, rasa takut, dan nilai-nilai. Pusat, dengan demikian, dari setiap aspek kepribadian adalah otak. Sangat penting bagi Murray untuk mempertimbangkan proses pengontrolan otak ini sehingga ia menyebutnya sebagai regnant atau proses pengaturan.

Prinsip dasar kedua dari sistem Murray – ia sebut sebagai ”prinsip mencakup-semua” — melibatkan kepentingan untuk merubah tingkatan ”need-induced tension” bagi organisme. Teoritis lain, seperti yan telah kita lihat, juga menyuarakan gagasan tentang peredaan tegangan, tetapi Murray melangkah lebih jauh dalam rumusannya. Adalah benar, menurut pendapatnya, bahwa orang-orang mencoba untuk meredakan tegangan, baik secara fisiologis maupun psikologis bawaan. Bagaimanapun juga, Murray percaya bahwa bukanlah keadaan bebas-tegangan penuh yang kita usahakan capai. Proses dari meredakan tegangan inilah yang memuaskan, bukannya kondisi yang tanpa tegangan.

Malahan, keadaan bebas tegangan merupakan sumber distres hebat, menurut pandangan Murray. Manusia memiliki kebutuhan yang konstan untuk merasakan kegembiraan, aktifitas, kemajuan, pergerakan, dan semangat – dimana semuanya lebih melibatkan peningkatan daripada penurunan tegangan. Jadi, kita membangkitkan tegangan dalam rangka memperoleh kepuasan ketika meredakannya. Lagi-lagi, tindakan mengurangi teganganlah yang bisa lebih memberi kepuasan; Murray percaya bahwa keadaan ideal seseorang adalah selalu mempunyai tingkatan tegangan tertentu untuk diredakan.

Prinsip dasar ketiga dari sistem Murray adalah sifat bawaan longitudinal dari kepribadian. Kepribadian selalu berkembang dari waktu ke waktu. ”Riwayat dari organisme adalah organisme”. Kepribadian, dalam pengertiannya, dibangun dari semua kejadian hidup yang terjadi melalui pelajaran-pelajaran dalam kehidupan individual. Oleh karena itu, mempelajari peristiwa masa lalu adalah suatu kepentingan utama dalam kepribadian, dan dalam rangka mempelajari peristiwa itu, Murray mengajukan gagasan tentang serial dan prosiding. Hal-hal tersebut, pada intinya, merupakan unit-unit dari data yang digunakan oleh para personologis dan akan didiskusikan pada bagian “teknik-teknik inquiry” dalam bab ini.

Ada elemen-elemen dan prinsip-prinsip tambahan dalam pandangan Murray tentang sifat dasar kepribadian. Kepribadian selamanya mengalami perubahan dan kemajuan, tidak statis atau tetap; sehingga, tidak benar-benar dapat digambarkan. Sesuatu yang ada dalam keadaan konstan untuk berubah terus-menerus tidak dapat menjadi acuan secara cukup untuk sebuah penjelasan.

  1. Murray juga berfokus pada keunikan kepribadian dari masing-masing individu, meskipun demikian dapat dikenali ada beberapa persamaan dari kesemua kepribadian itu. Seperti yang ia lihat, manusia individual sama seperti setiap orang lain, sama seperti beberapa orang lain, dan tidak sama seperti orang lain.

Bagian-bagian dari Kepribadian

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sistem Murray setidaknya merupakan sedikit bagian dari Freud. Pelatihan analitik Murray dipimpin sejalan dengan garis Freudian, dan analisis pribadinya dipimpin oleh aliran ortodok Freudian. Jejak Freud dapat dilihat secara jelas lewat formulasi Murray, tetapi ia merubah beberapa pengajaran Freud dalam rangka menjadikan hal tersebut sebagai suatu pandangan menurut dirinya sendiri.

Ketika berurusan dengan pembagian-pembagian dasar (istilah yang ia gunakan untuk menempati kata struktur) dari kepribadian, Murray menggunakan istilah id, superego, dan ego Freudian, tetapi konsepnya tidak sama dengan apa yang ada di dalam pikiran Freud.

Id

Seperti Freud, Murray mempercayai bahwa id merupakan tempat penyimpanan yang aman bagi semua kecenderungan impulsif. Seperti misalnya, id menyediakan energi untuk dan mengarahkan tingkah laku. Jadi, pada dasarnya id berpusat pada dorongan motivasi dari kepribadian.

Konsep Murray tentang id adalah bahwa id mengandung semua hal primitif, amoral, dan dorongan nafsu seperti yang digambarkan Freud tetapi juga mengandung dorongan bawaan lahir yang masyarakat putuskan untuk menerimanya dan bahkan menginginkannya. Disini kita dapat melihat bayangan pengaruh pandangan Jung, yang mempunyai kedua aspek, baik dan buruk. Sebagai contoh, id mengandung kecenderungan untuk berempati, meniru dan mengidentifikasi, bentuk cinta terhadap orang lain daripada hawa nafsu, dan kecenderungan untuk menguasai suatu lingkungan.

Sebenarnya semua aspek dari kepribadian – apa yang masyarakat sebut sebagai sesuatu yang baik seperti juga sebagai sesuatu yang jahat – muncul dari id, yang merupakan penyedia semua energi, emosi, dan kebutuhan bagi individual. Murray juga menyatakan bahwa kekuatan atau intensitas dari id berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Jadi, seseorang bisa terlihat memiliki kadar semangat yang lebih besar dan hasrat dan emosi yang besar daripada yang lainnya. Maka dari itu, masalah dalam mengontrol dan mengarahkan dorongan id tidak sama bagi semua orang; beberapa orang memiliki energi id yang lebih besar untuk mengatasinya.

Superego

Murray menempatkan stres yang besar dalam kekuatan yang dapat mempengaruhi lingkungan sosial, yang biasanya disebut sebagai budaya, dalam kepribadian. Sependapat dengan Freud, ia mengartikan superego sebagai proses internalisasi nilai-nilai budaya, norma-norma, dan lainnya, yang mengatur individu untuk mengevaluasi dan menilai tingkah laku dirinya sendiri dan juga orang lain. Bentuk dan hakekat dari superego pada anak-anak ditentukan oleh orang tua dan figur-figur penting lainnya pada usia dini, seperti yang dikatakan Freud.

Bagaimanapun juga, Murray merasa bahwa faktor-faktor lain juga membentuk superego. Termasuk di dalamnya yaitu teman sebaya dan bahan bacaan dan mitologi budaya. Ia kemudian juga melihat adanya pengaruh yang melampaui pengalaman masa kecil tersebut. Superego, oleh karena itu, tidak secara kaku terbentuk pada usia 5 tahun. Tetapi, terus berkembang dalam kehidupan, mencerminkan kebesaran kompleksitas dan kerumitan pengalaman yang dialami seseorang sejalan dengan pertumbuhannya.

Oleh karena, dalam konsep Murray, id mengandung dorongan baik sekaligus buruk – beberapa tidak perlu ditahan – superego tidak secara konstan bertentangan dengan id, seperti dalam pandangan Freud. Memang benar bahwa superego harus mencoba untuk mencegah dorongan id yang tidak baik (tidak diterima secara sosial), tetapi juga berfungsi untuk menentukan kapan, dimana, dan bagaimana suatu kebutuhan yang dapat diterima harus diekspresikan dan objek lingkungan mana yang paling bisa menerimanya.

Selagi superego berkembang, begitu juga halnya dengan ego-ideal. Ego-ideal ini membantu individu menetapkan tujuan jangka panjang untuk melakukan usaha keras. Ego-ideal merupakan ”gambaran seseorang ’dalam masa depan terbaiknya’”. Ideal ini sendiri mengandung ambisi dan aspirasi individu. Ini bisa saja sejalan dengan nilai-nilai dari superego atau bahkan bisa bertentangan. Dalam kasus selanjutnya, seseorang bisa saja menginginkan kesempurnaan bagi jenis tingkah laku yang melanggar norma budaya yang telah diinternalisasi, seperti ditunjukkan oleh seseorang yang berambisi menjadi ahli kriminal.

Ego

Ego merupakan pengatur rasionalitas dari kepribadian, dimana, dalam pandangan Freud, mencoba untuk mengubah atau menunda dorongan id yang tidak dapat diterima. Bagaimanapun juga, Murray mempertimbangkan ego melakukan lebih banyak hal daripada sekedar menjadi ”polisi” kepribadian. Dalam perannya sebagai pengatur utama seluruh tingkah laku, ego juga secara sadar menentukan dan berhasrat mengarahkan pada tingkah laku yang positif.

Ego dianggap sebagai penentu yang lebih berperan aktif dalam menentukan tingkah laku dibandingkan dengan apa yang telah disetujui Freud. Bukan hanya sebagai pembantu id, ego mengarahkan dan merencanakan secara sadar suatu tindakan; mencari dan membuat kesempatan untuk menciptakan kepuasan sebagai hasil dari memuaskan dorongan id positif. Ego merupakan pemilihan ”saya” secara spontan dari kepribadian dan mengikutsertakan intelektual dan kemampuan perseptual dari individu. Fungsi ego, bukan hanya untuk menahan kesenangan id tetapi juga untuk membantu perkembangan dan menghasilkan kesenangan melalui pengaturan dan pengarahan tindakan dari dorongan id yang dapat diterima.

Ego merupakan penengah antara id dan superego. Misalnya, ego bisa mendukung satu lebih dari yang lainnya. Sebagai contoh, apabila ego lebih mendukung id daripada superego, maka akan mengarahkan kepribadian terhadap kehidupan yang penuh dengan kejahatan. Ego bisa, tentu saja, menyatukan kedua aspek dari kepribadian sehingga apa yang seseorang ingin lakukan (id) harmonis dengan apa yang masyarakat terima sebagai sesuatu yang harus dilakukan (superego).

Seperti yang bisa kita lihat, ada kesempatan bagi konflik antara id dan superego dalam sistem Murray. Ego yang kuat bisa menengahi keduanya secara efektif, tetapi ego yang lemah dapat menjadikan kepribadian sebagai suatu tempat pertarungan. Perbedaan mendasar antara Murray dan Freud dalam hal ini adalah Murray tidak mempercayai bahwa konflik ini tidak dapat terelakkan.

Motivasi dalam Kepribadian : Kebutuhan

Sumbangan terpenting Murray dalam teori maupun penelitian bagi kepribadian adalah konsepnya tentang kebutuhan untuk menjelaskan motivasi dan pengarahan terhadap tingkah laku. Kerja kerasnya dalam motivasi, yang membentuk dasar atau inti dari teori kepribadiannya, telah menghasilkan ketelitian dan kemungkinan yang paling hati-hati dalam menentukan kategori-kategori kebutuhan yang dapat ditemukan dimanapun dalam psikologi. Sangat penting untuk dicatat bahwa konsep kebutuhan ini bukan berkembang dari introspeksi dirinya sendiri atau dari studi kasus pasien yang mengalami tritmen tetapi melalui studi intensif subjek yang normal.

Kebutuhan, dalam pandangan Murray, merupakan sebuah hipotesis ”suatu kejadian yang dibayangkan sebagai upaya melaporkan suatu fakta objektif dan subjektif tertentu”. Ini didasari oleh hal fisiologis, yang di dalamnya terkandung kekuatan fisiokimia di dalam otak yang mengatur dan mengarahkan semua kemampuan intelektual dan perseptual dari individu.

Kebutuhan dapat muncul karena kegiatan internal atau proses seperti rasa lapar atau rasa haus atau kejadian-kejadian dalam lingkungan. Dari apapun sumbernya, kebutuhan memunculkan suatu tingkatan tegangan yang berusaha dikurangi oleh organisme dengan cara memuaskan kebutuhan tersebut. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kebutuhan menguatkan dan mengarahkan tingkah laku; menggerakkan tingkah laku ke arah yang tepat untuk memuaskan kebutuhan tersebut.

Penelitian orisinil Murray, sekarang klasik, mengarahkan pada daftar dari 20 kebutuhan. Semenjak itu, Murray dan kolega-koleganya dan murid-muridnya menawarkan beberapa modifikasi, tetapi ke-20 kebutuhan orisinil tersebut masih mewakili kebutuhan yang terutama dalam sistemnya.

Dominance (n Dom)

Penguasaan

Untuk mengontrol lingkungan orang lain. Untuk mempengaruhi atau mengarahkan tingkah laku orang lain dengan sugesti, bujukan, persuasi, atau perintah. Meminta supaya jangan mengerjakan sesuatu, mengendalikan, atau melarang.

Deference (n Def)

Rasa hormat

Untuk mengagumi atau mendukung keunggulan orang lain. Untuk memuji, menghormati, atau memuliakan. Untuk berusaha menyamai atau melebihi yang patut dicontoh. Untuk menyesuaikan diri dengan adat atau kebiasaan.

Autonomy (n Auto)

Otonomi

Untuk melawan paksaan dan pembatasan. Untuk menjadi mandiri dan bebas dalam bertindak berdasarkan impuls. Untuk menentang adat atau kebiasaan-kebiasaan. Untuk menghindari atau terlepas dari kegiatan yang sudah ditentukan oleh kewenangan yang bersifat menguasai.

Aggression (n Agg)

Penyerangan

Untuk mengatasi lawan dengan penuh kekuatan. Untuk berkelahi. Untuk membalas rasa sakit atau luka. Untuk melawam secara kuat atau menghukum. Untuk mencela dan mengumpat dan memfitnah dan untuk meremehkan atau mengejek dan menertawakan dengan penuh dendam.

Abasement (n Aba)

Kerendahan diri

Untuk tunduk secara pasif kepada kekuatan eksternal. Untuk menerima luka, memikul kesalahan, kritikan, dan hukuman. Untuk menyerah dan mengakui kelemahan, kesalahan, pelanggaran, atau kekalahan. Untuk mencari dan menikmati kesedihan, hukuman, kesakitan, dan ketidakberuntungan.

Achievement (n Ach)

Prestasi

Untuk menyelesaikan sesuatu yang sulit, mengatasi rintangan, dan mencapai standar yang tinggi. Untuk bersaing dan mengungguli orang lain dan untuk menguasai, menggerakkan, atau mengatur objek-objek fisik, manusia, atau ide-ide.

Sentience (n Sen)

Keharuan

Untuk mencari dan menikmati kesan dan kenikmatan yang dapat ditangkap pancaindera, yang menyentuh perasaan.

Exhibition (n Exh)

Penonjolan diri

Untuk membuat suatu kesan. Untuk dilihat dan didengar. Untuk membangkitkan gairah, dipandang takjub, dikagumi, menghibur, mengejutkan, membangkitkan minat, menarik perhatian, atau memikat hati.

Play (n Play)

Bermain

Untuk melakukan tindakan bersenang-senang tanpa tujuan lebih lanjut. Untuk tertawa dan membuat lelucon terhadap apapun. Untuk menyediakan waktu luang bagi olahraga, menari, minum-minum, berpesta, bermain kartu.

Affiliation (n Aff)

Persatuan, gabungan

Untuk menjadikan diri dekat dan menikmati kerjasama dengan sekutu lain – satu yang mirip subjeknya atau satu yang menyukai objeknya. Untuk menyenangi dan mendapati kasih sayang dari keterikatan antara satu dengan yang lain. Untuk mengikuti dan tetap setia terhadap teman.

Rejection (n Rej)

Penolakan

Untuk memisahkan diri dari orang lain yang dipandang negatif. Untuk mengucilkan, tidak memperdulikan, membuang, atau tetap mengacuhkan kelemahan yang lain.

Succorance (n Suc)

Membuat orang iba

Untuk mendapatkan kepuasan kebutuhan dari bantuan simpatik orang lain. Untuk selalu punya pendukung. Untuk dirawat, didukung, ditopang, dikelilingi, dilindungi, dituruti kehendaknya, dimaafkan, atau dinasehati.

Nurturance (n Nur)

Pemeliharaan

Untuk memberikan rasa simpati dan memuaskan kebutuhan orang lain yang tidak berdaya – seorang bayi atau objek apapun yang lemah, cacat, lelah, tidak berpengalaman, terkalahkan, dipermalukan, kesepian, ditolak, sakit, atau kebingungan mental. Untuk menyediakan kebutuhan, menolong, mendukung, menghibur, melindungi, memberikan rasa nyaman, merawat, atau menyembuhkan.

Inavoidance (n Inf)

Menghindari rasa hina

Untuk menghindari penghinaan. Untuk keluar dari situasi yang memalukan atau menghindari kondisi yang bisa menimbulkan pelecehan. Untuk menahan diri dalam bertindak karena takut akan kegagalan.

Defendance (n Dfd)

Membela diri

Untuk mempertahankan diri terhadap serangan, kritik, dan celaan. Untuk menyembunyikan atau membenarkan perbuatan tercela, kesalahan atau penghinaan.

Counteraction (n Cnt)

Kebutuhan untuk mengimbangi

Untuk menguasai atau memperbaiki kegagalan dengan berusaha lagi. Untuk menghilangkan penghinaan oleh tindakan yang dilanjutkan kembali. Untuk mengatasi kelemahan, menekan rasa takut. Untuk mempertahankan harga diri dan kebanggaan diri dalam standar yang tinggi.

Harmavoidance (n Harm)

Menghindari bahaya

Untuk menghindari rasa sakit, luka fisik, penyakit, dan kematian. Untuk melarikan diri dari situasi yang berbahaya. Untuk melakukan tindakan pencegahan.

Order (n Ord)

Teratur

Untuk membuat segala sesuatunya secara teratur. Untuk menjaga kebersihan, penyusunan, pengorganisasian, keseimbangan, kerapian, dan ketelitian.

Understanding (n Und)

Pemahaman

Untuk menanyakan atau menjawab pertanyaan umum. Untuk mempunyai ketertarikan pada teori, untuk menganalisis dan menggeneralisasi peristiwa.

Sex (n Sex)

Seks

Untuk membangun dan meningkatkan hubungan yang erotik. Untuk melakukan hubungan seksual.

Murray tidak berpendapat bahwa semua kebutuhan tersebut ada pada tiap orang. Ada beberapa orang yang mungkin mengalami semuanya, setidaknya selama sepanjang hidupnya, tetapi ada orang lainnya yang tidak pernah mengalami beberapa hal dari kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan ini ada yang mendukung atau sejalan dengan yang lainnya, tetapi juga ada beberapa kebutuhan yang berlawanan antara satu dengan yang lainnya. Melalui pengenalan akan hal tersebut, Murray kemudian menjelaskan bahwa terdapat 5 cara dalam mengelompokkan kebutuhan.

CARA MENGELOMPOKKAN KEBUTUHAN

Pengelompokkan pertama dari kebutuhan ialah dikotomi primer (atau viscerogenic) dan sekunder (atau psychogenic). Kebutuhan primer muncul dari proses di dalam tubuh dan meliputi kebutuhan untuk kepuasan utama demi kelangsungan hidup – udara, air, makanan, defekasi (buang air), menghindari bahaya – begitu juga dengan beberapa kebutuhan yang tidak perlu dipuaskan untuk mempertahankan hidupnya, seperti seks dan rasa haru.

Kebutuhan sekunder atau kebutuhan psychogenic muncul secara tidak langsung dari kebutuhan primer (yang tidak dijelaskan oleh Murray) tetapi tidak berhubungan atau berasal dari dalam tubuh. Disebut sekunder bukan karena kebutuhan ini kurang penting bagi organisme tetapi karena kebutuhan tersebut berkembang setelah kebutuhan primer. Kebutuhan ini memusatkan perhatian pada mental dan kepuasan emosional dan mencakup kebanyakan dari kebutuhan yang telah disebutkan sebelumnya, seperti kebutuhan untuk  meraih prestasi (n Ach), menguasai (n Dom), bergabung (n Aff), dan lainnya.

Cara lain untuk mengelompokkan kebutuhan ialah dalam hal focal dan dengan diffuse. Pembedaan ini berkaitan dengan sejumlah obyek yang berguna untuk memuaskan kebutuhan. Kebutuhan focal dapat dipuaskan hanya dengan satu atau yang paling baik sedikit tujuan objek, sementara kebutuhan diffuse dapat dipuaskan oleh banyak objek.

Pengelompokkan ketiga ialah ke dalam tipe kebutuhan proaktif dan reaktif. Kebutuhan reaktif meliputi respon bagi sesuatu yang spesifik dalam lingkungan, di mana kebutuhan itu hanya muncul ketika objek itu muncul atau terlihat. Menghindari bahaya, sebagai contoh, muncul hanya apabila objek yang mengancam itu hadir. Idealnya, ini hanya ada ketika muncul bahaya-bahaya yang harus dihindari.

Kebutuhan proaktif, di lain pihak, tidak bergantung pada kehadiran objek khusus apa pun di dalam lingkungan. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan spontan yang memanggil keluar tingkah laku yang seharusnya dilakukan kapan pun dibutuhkan, tidak bergantung pada lingkungan. Seseorang yang lapar, misalnya, mencari makanan. Ia tidak perlu menunggu untuk bereaksi apabila ada stimulus yang tepat, seperti iklan hamburger, diperlihatkan.

Kebutuhan manifest dan latent merupakan tipe keempat dari pengelompokkan. Kebutuhan manifest diekspresikan dengan jelas karena masyarakat  menerima ekspresi itu dan terkadang dihargai. Dalam kehidupan bermasyarakat kita, pencapaian suatu prestasi merupakan kebutuhan; ekspresi tersebut menunjuk pada penerimaan sosial.

Kebutuhan lain, bagaimanapun juga, hanya dapat diekspresikan secara samar, di dalam fantasi atau mimpi atau melalui simbol. Agresi, misalnya, di dalam lingkungan yang menahan ekspresi tersebut, hanya dapat ditunjukkan secara samar dan tetap menjadi latent.

Pengelompokkan kelima meliputi tipe kebutuhan effect, process, dan modal-activity. Kebutuhan effect mengarah pada atau menyebabkan suatu efek; yaitu, kebutuhan ini secara langsung dan cepat mengarah pada suatu objek. Individu dapat mengembangkan suatu kepuasan yang besar melalui berbagai macam kegiatan yang mengacu pada tingkah laku pemenuhan kebutuhan-kepuasan. Murray menyebutnya sebagai sheer function pleasure atau proses kegiatan dan mengartikannya sebagai suatu kesenangan yang diperoleh dari melakukan sesuatu hanya untuk menyenangkan hati dengan melakukannya.

Terakhir, terkadang ada kebutuhan yang berada di atas sheer function pleasure. Tidak berisi tentang sekedar melakukan sesuatu, sekedar melakukan suatu tindakan, tetapi ada kesenangan yang muncul untuk melakukannya dengan sangat amat baik. Tingkah laku sekarang tidak bisa membuat puas ketika dilakukan hanya sekedarnya; itu harus dilakukan dengan sangat baik. Murray menyebutnya sebagai kebutuhan modal karena kesenangan muncul dari cara hidup dalam menunjukkan tingkah laku.

ASPEK TAMBAHAN DARI KEBUTUHAN

Kebutuhan juga dapat dibedakan menurut kondisi kepentingannya atau keinginannya dengan yang mana ada kekuatan emosional dalam melakukan suatu tingkah laku, suatu karakteristik yang Murray sebut sebagai kebutuhan prepotency. Apabila, sebagai contoh, kebutuhan terhadap udara dan air tidak terpuaskan, hal tersebut bisa menjadi kebutuhan yang paling diinginkan dan menjadi tingkah laku yang mendominasi secara keseluruhan. Pada waktu lainnya, apabila kebutuhan primer sudah dipuaskan, kebutuhan agresi mungkin menjadi kebutuhan yang terkuat.

Kebutuhan tertentu, meskipun tidak selalu sama, bisa jadi saling melengkapi, sehingga dapat dipuaskan oleh satu tingkah laku atau satu set tingkah laku. Sebagai contoh, dengan mendapatkan popularitas dan kekayaan melalui suatu pekerjaan, pencapaian prestasi, penguasaan, dan otonomi semua kebutuhannnya akan terpuaskan.

Konsep subsidiation mengacu pada situasi dimana satu kebutuhan dilakukan untuk membantu memuaskan kebutuhan lainnya. Sebagai contoh, untuk memuaskan kebutuhan afiliasi (n Aff) dengan bergabung dan berbaur bersama orang lain, mungkin menjadi penting untuk berlaku sopan dan menghargai orang lain (hanya untuk memenuhi kebutuhan dihargai). Kebutuhan untuk dihargai kemudian menjadi pelengkap bagi kebutuhan afiliasi.

Murray mengakui bahwa objek-objek lingkungan dan peristiwa-peristiwa pada masa anak-anak dapat secara kuat mempengaruhi perkembangan kebutuhan tertentu dan, dalam kehidupan nantinya, dapat menyebabkan dan memunculkan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Ia menyebutnya sebagai pengaruh tekanan, karena objek atau peristiwa menekan atau memberi tegangan pada individu dalam cara tertentu.

Tentu saja, seperti yang kita tahu, kita seringkali menangkap dunia sekitar kita dalam kondisi yang subjektif; yang adalah, gambaran objek-objek dan peristiwa-peristiwa kita biasanya tidak selalu sejalan dengan kenyataan. Jadi, pengaruh tekanan dari lingkungan mungkin ditangkap secara subjektif atau objektif. Tekanan yang ditangkap secara objektif – yang mengarahkan pada reflek sesuai kenyataan – disebut tekanan alfa, sementara tekanan yang ditangkap secara subjektif dan yang diinterpretasikan disebut tekanan beta.

Tekanan juga mempunyai kekuatan untuk menarik atau menolak individu; itu bisa  menjadi positif atau negatif dalam hal emosional. Murray menggunakan istilah Freud cathexis untuk menggambarkan karakteristik tekanan ini. Jadi, jika seseorang tertarik dengan uang, maka ia bisa dikatakan terikat secara positif dengan hal tersebut.

Dikarenakan adanya kemungkinan interaksi yang selalu ada antara kebutuhan dan tekanan, Murray mengenalkan konsep lain: tema. Tema“struktur dinamis dari sebuah peristiwa” – adalah penggabungan dari tekanan dan kebutuhan, mengkombinasikan sifat alami lingkungan dan sifat alami orang itu. Sebagian besar secara nirsadar, tema menghubungkan kebutuhan-kebutuhan dan tekanan-tekanan dalam satu pola, di mana fungsinya adalah untuk memberikan keharmonisan pada tingkah laku individu. Pola dari tema tersebut terbentuk melalui pengalaman pada masa anak-anak dan kemudian akan menjadi tekanan yang kuat bagi kepribadian individu. Pola tersebut membawa kesatuan dan keteraturan bagi tingkah laku yang kemudian disebut sebagai kesatuan-tema.

Dalam pekerjaan selanjutnya, Murray mengenalkan konsep lainnya, value-vector,  yang dimaksudkan untuk mengganti konsep awalnya tentang kebutuhan. Vector mengacu pada arah yang ditunjukkan lewat tingkah laku dan intensitas hasrat yang memunculkan tingkah laku. Beberapa vector yang dibuat oleh Murray di antaranya ialah memperoleh, menghindar,  membangun, menghancurkan, dan memaksa keluar .

Value (nilai) mengacu pada hal-hal ideal yang dipegang individu, mencakup intelektual, ideologi, estetika. Dalam kerjanya bersama dengan individu, Murray mengumpulkan informasi tentang apa yang berguna bagi orang itu (nilai) dan bagaimana ia berperilaku dalam berhubungan dengan nilai ini (vector) dan menyusunnya dalam satu deretan dan kolom matriks. Konsep tersebut, masih terus dikembangkan, dimaksudkan untuk menyediakan penjelasan objektif yang spesifik dari tingkah laku untuk menggantikan penjelasan teori yang samar yang muncul dari penggunaan konsep kebutuhan dan tekanan.

Perkembangan Kepribadian

Murray menggunakan pendekatan longitudinal terhadap kepribadian, menekankan pada perkembangan sejarah individu. Pendekatannya terhadap perkembangan kepribadian tergambar seperti pada pandangan tradisional Freud, yang kemudian ditambahkan dan diperluas olehnya. Seperti Freud, ia memusatkan pada peristiwa atau pengalaman masa awal anak-anak dan pada pola tingkah laku yang terbentuk selama tahun-tahun penting tersebut. Murray membagi masa anak-anak menjadi lima tahapan, masing-masing ditandai oleh kondisi kepuasan yang dipengaruhi oleh tuntutan lingkungan. Setiap tahapan meninggalkan jejak (tanda) dalam kepribadian dalam bentuk kompleks, yang terpola, yang terbentuk dari kesan yang mendalam pada setiap tahap, yang secara tidak sadar mengarahkan tingkah laku pada perkembangan berikutnya.

Setiap orang mengembangkan lima macam kompleks ini, menurut Murray, dikarenakan setiap orang melewati lima tahapan perkembangan yang sama. Oleh karena itu, tidak ada yang abnormal tentang itu, kecuali kalau itu menjadi ekstrem. Ketika hal tersebut diperlihatkan secara ekstrem, orang akan tetap terfiksasi pada satu tingkatan perkembangan. Kepribadiannya kemudian menjadi tidak dapat berkembang secara spontan dan fleksibel, yang akan mempengaruhi pembentukan ego dan superego.

Kelima kondisi kepuasan atau tahapan pada masa anak-anak dan keterhubungannya dengan kompleks tersebut adalah:

  1. rasa aman selama berada di dalam kandungan                           kompleks klaustral
  2. kenikmatan dari menghisap nutrisi makanan selama itu               kompleks oral

berlangsung

  1. kepuasan yang dihasilkan dari proses defakasi                           kompleks anal
  2. kepuasan yang muncul bersamaan dengan buang air kecil                       kompleks uretral
  1. kepuasan kelamin                                                                                 kompleks kastrasi

KOMPLEKS KAUSTRAL

Sebagai sesuatu hal yang tak dapat kita pungkiri, hidup di dalam kandungan sangat aman, tenang, dan sangat tergantung, suatu kondisi yang sering kita harapkan untuk dapat kita alami kembali. Dalam bentuk sederhana, kompleks ini dapat termanifestasi dalam keinginan untuk berada di tempat yang sempit, hangat, gelap, yang aman dan terasing. Bisa berarti untuk tetap berada di bawah selimut tidur ketika pagi hari, memiliki ruang kecil yang kedap suara atau tempat untuk bersembunyi, hidup di dalam biara atau di pulau terpencil, atau menikmati naik perahu atau sebuah limosin.

Keinginan untuk kembali pada kondisi seperti sewaktu dalam kandungan ini, bagaimanapun juga, hanyalah merupakan salah satu dari ketiga bentuk kompleks kaustral yang mungkin terjadi. Kompleks tersebut juga dapat berpusat pada perasaan ketidakberdayaan dan kekurangan akan dukungan di dalam kandungan yang mungkin bisa menyebabkan seseorang menjadi takut akan ruang terbuka, jatuh, tenggelam, api, gempa bumi, atau keadaan lainnya yang menimbulkan perubahan dan pembaharuan.

Kompleks kaustral yang ketiga sebenarnya merupakan kompleks antiklaustral yang berpusat di sekitar ketakutan akan kekurangan udara untuk bernapas dan keterbatasan. Murray menyebutnya sebagai kompleks egression; yang tercermin melalui kesenangan akan ruang terbuka dan udara segar dan pergerakan, perubahan, dan pembaharuan. Dapat juga tercermin lewat claustrophobia.

KOMPLEKS ORAL

Terdapat juga tiga macam jenis pada kompleks oral. Kompleks oral succorance (oral-kasihan) merupakan kombinasi dari aktivitas mulut, kebiasaan pasif, dan kebutuhan untuk didukung dan dilindungi. Tingkah laku yang merupakan cerminan daripada kompleks ini di antaranya menghisap, mencium, makan, minum, dan “lapar” akan kasih sayang, simpati, perlindungan, cinta. Kompleks oral agression (oral-agresi) menyatukan kegiatan oral dan agresi dalam bentuk menggigit, meludah, atau berteriak, atau dalam bentuk verbal agresi seperti sarkasme. Tingkah laku yang termasuk dalam kompleks oral rejection (oral-penolakan) ialah memuntahkan, memilih-milih makanan, makan sedikit, ketakutan terhadap kontaminasi oral (seperti melalui ciuman), dan kebutuhan mengasingkan diri.

KOMPLEKS ANAL

Ada dua kompleks anal, meliputi hanya kedua bentuk aktivitas yang bisa dilatih seseorang lewat anal – menolak atau menyimpan. Pada kompleks anal ejection ada ketertarikan pada defakasi, termasuk humor dengan anal, dan ketertarikan pada feses (kotoran) atau benda-benda seperti kotoran (tanah, lumpur, adukan semen, atau tanah liat). Agresi seringkali menjadi bagian dari kompleks ini dan tercermin lewat menjatuhkan atau membanting barang, menembakkan pistol, atau meledakkan bom. Tipe orang semacam ini biasanya jorok dan tidak teratur. Kompleks anal retention dapat terlihat melalui jenis tingkah laku yang suka menyimpan atau mengingat – menimbun, menabung, dan mengumpulkan barang-barang – dan dalam kebersihan, kerapian, dan keteraturan.

KOMPLEKS URETRAL

Kompleks ini khas bagi sistem Murray dan yang dihubungkan dengan ambisi yang berlebihan, ketidakjelasan sistem diri, sejarah dari suka mengompol, dan rasa mencintai diri sendiri yang besar. Juga disebut sebagai kompleks Icarus, mengikuti figur dari mitos Yunani yang terbang sangat dekat dengan matahari sampai-sampai perekat yang menyatukan sayapnya meleleh. Seperti Icarus, seseorang dengan kompleks ini mempunyai cita-cita yang terlalu tinggi, dan mimpi-mimpinya hancur karena kegagalan.

KOMPLEKS KASTRASI

Murray tidak setuju dengan ide Freud yang menyatakan bahwa ketakutan akan kastrasi (kebiri) merupakan inti dari kecemasan kebanyakan orang dewasa. Ia mengartikan kompleks ini secara lebih sempit dan lebih didasarkan pada “fantasi bahwa penis mungkin akan dipotong”. Murray percaya bahwa ketakutan semacam itu berkembang dari masturbasi pada masa anak-anak dan hukuman dari orang tua yang mungkin menyertainya.

Teknik-Teknik Inquiry

Teknik-teknik Murray dalam mengumpulkan data termasuk unik apabila dibandingkan dengan teoritis-teoritis kepribadian lainnya yang telah dibahas. Bukannya mempelajari kepribadian yang abnormal, menggunakan perangkat terapeutik yang ketat seperti psikoanalisis, ia lebih banyak mempelajari kepribadian yang normal, menggunakan berbagai macam teknik dan rencana-rencana.

Program penelitian yang dipimpin olehnya, sangat tidak sama seperti yang pernah dilakukan sebelum-sebelumnya, mengumpulkan data dalam jumlah yang besar dari 51 mahasiswa pria di Harvard, yang dipelajari secara intensif selama periode waktu 6 bulan. Subjek-subjeknya diwawancarai beberapa kali dan diberikan berbagai macam tes, kuesioner, dan pemberian peringkat terhadap tingkah laku yang menunjukkan, lebih daripada yang lainnya, ingatan masa anak-anak, hubungan kekeluargaan, perkembangan seksual, pembelajaran sensorimotorik, standar-standar nilai, dan interaksi sosial.

Subjek-subjek tersebut dites, diwawancarai,  dan dipelajari oleh 28 staf ahli sains, termasuk di dalamnya psikiater, psikolog, dan antropolog. Jadi, tiap-tiap orang diamati oleh para spesialis dengan perlakuan dan latar belakang yang berbeda menggunakan teknik-teknik yang berbeda, dengan persamaan, dalam prinsip, digunakannya diagnosis medik.

Setiap pengamat membuat diagnosis sendiri-sendiri bagi subjek. Ini kemudian dibicarakan dalam suatu komite, yang disebut Murray sebagai Dewan Diagnostik, untuk evaluasi akhir. Dewan tersebut terdiri dari 5 orang anggota staf yang paling berpengalaman. Mereka memeriksa semua bukti-bukti bagi masing-masing subjek untuk sampai pada diagnosis akhir oleh prosedur standar komite lewat diskusi dan pengambilan suara terbanyak. Evaluasi akhir atau diagnosisnya dicapai melalui pengambilan suara terbanyak (meskipun secara jelas Murray memberikan bobot yang lebih bagi penilaiannya sendiri).

Begitu banyak data yang dikumpulkan dari kehidupan masing-masing subjek sehingga penting untuk membaginya dan membedakannya menurut interval waktu atau segmen-segmen. Hal mendasar atau segmen temporal dari tingkah laku ialah prosiding, suatu periode waktu di mana pola perilaku yang penting dibawa melalui dari awal hingga akhir. Prosiding selalu melibatkan interaksi antara orang tersebut dengan orang lain atau objek di dalam lingkungan. Bagaimanapun juga, interaksi ini bisa terjadi lewat fantasi sama seperti dalam kenyataan. Interaksi yang dibayangkan disebut sebagai prosiding internal, sementara interaksi yang nyata disebut sebagai prosiding eksternal.

Prosiding seringkali saling terkait, tidak harus selalu dalam waktu tetapi dalam fungsi. Sebagai contoh, pada hari Senin seorang pria bisa bertemu seorang wanita dan mengajaknya kencan (suatu prosiding eksternal). Ia mungkin membayangkan tentang wanita tersebut dalam berbagai waktu selama seminggu tersebut (suatu prosiding internal), dan mungkin akan memotong rambutnya dan mencuci sendiri mobilnya (suatu prosiding eksternal) dalam rangka persiapan untuk kencannya. Masing-masing dari tindakan tersebut, termasuk juga yang dibayangkannya, ialah prosiding, tetapi dilakukan secara bersama – seperti seharusnya, dikarenakan hal tersebut dihubungkan pada fungsi atau tujuan yang sama – yang disebut serial. Untuk lebih jelasnya, serial ialah “suatu urutan keberlanjutan intermiten yang terorganisir secara langsung”.

Yang lebih bertahan lama, dan dalam jangka waktu yang lebih panjang, yang lebih penting daripada penemuan program penelitian Murray ialah metode-metode untuk menilai kepribadian yang telah dikembangkannya. Tentu saja teknik yang paling dikenal ialah Thematic Apperception Test (TAT), yang telah digunakan sama luasnya dengan Rorschach Inkblot Test, teknik proyektif lainnya.

TAT telah secara luas diaplikasikan baik dalam penelitian maupun pekerjaan diagnosis. Ini secara luas digunakan dalam praktik klinik dan telah menggerakkan suatu penawaran yang baik dari penelitian secara samar pada semua aspek tingkah laku manusia, mulai dari investigasi akademis oleh sekelompok kecil orang sampai kepada penilaian tingkah laku bagi konsumen dalam pangsa pasar. (Perlu diingat, bagaimanapun juga, kesuksesan dari tes ini tidak secara otomatis mencerminkan kesuksesan teori kepribadiannya. Ini adalah suatu teknik untuk menggali informasi dan bukannya menjadi inti dari teorinya).

Salah satu kebutuhan dari Murray – pencapaian prestasi (n Ach) – telah menjadi subjek dari penelitian mendalam dan lengkap, yang terutama dipimpin oleh David McClelland. Kebutuhan untuk bersatu (n Aff) juga menjadi subjek yang populer untuk dipelajari. 15 dari kebutuhan Murray telah dijadikan bagian dari tes objektif kepribadian yang populer, Edwards  Personal Preference Schedule, yang digunakan dalam berbagai macam situasi.

Jadi, sudah jelas bahwa berbagai aspek dari pekerjaan Murray telah menjadi stimuli yang tinggi bagi perkembangan penelitian dalam asesmen kepribadian.

Gambaran Murray Mengenai Sifat Alami Manusia

Meskipun teori kepribadian Murray setuju dengan Freud dalam berbagai poin, gambarannya terhadap sifat alami manusia cukup berbeda. Meskipun tujuan akhir dan tujuan yang penting dalam kehidupan Murray – yang, sama seperti Freud, ialah peredaan tegangan – tetap dinyatakan dalam perspektif yang berbeda. Menurut Murray, tujuan akhir kita bukanlah kondisi bebas-tegangan tetapi lebih kepada kepuasan yang timbul dari proses meredakan tegangan tersebut.

Menanggapi kontroversi kehendak bebas-kehendak yang diatur, Murray berpendapat bahwa kepribadian menjadi bagian yang ditentukan oleh kebutuhan dan oleh lingkungan. Ia menyetujui adanya tingkatan tertentu bagi kehendak bebas, betapapun kecilnya, dalam kemampuan kita untuk berubah dan bertumbuh. Ia melihat setiap manusia sebagai seseorang yang unik dan tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya tetapi juga mengakui adanya persamaan dalam kepribadian dari semua orang.

Murray percaya bahwa kita dibentuk oleh faktor genetik dan oleh lingkungan, dan masing-masing faktor tersebut punya pengaruh yang seimbang. Kita tidak dapat mengerti kepribadian kalau kita tidak bisa menerima efek dari dorongan fisiologis dan melalui stimuli dari keadaan fisik, sosial, dan budaya suatu lingkungan.

Pandangan Murray terhadap sifat alami manusia, berdasar pada suatu keoptimisan. Ia secara lantang menyuarakan kritikannya terhadap bagian psikologi yang memandang negatif dan menggambarkan kerendahan harga diri seorang manusia. Ia berpendapat bahwa, dengan kekuatan yang besar dari kreatifitas, imaginasi, dan alasan, kita mampu mengatasi segala permasalahan yang kita hadapi. Sejalan dengan keyakinan kita, Murray banyak melibatkan usaha untuk memperbaiki keadaan sosial dan permasalahan pribadi menjadi lebih baik. Ia telah memusatkan perhatian dengan tingkat kedekatan dua-orang (seperti dalam pernikahan) dan dalam tingkatan budaya asal, dan ia telah mempublikasikan penghentian secara resmi terhadap perang dan membentuk kesatuan dunia global.

Orientasi kemanusiaan, menurut pandangan Murray, mengarah secara luas pada masa depan. Ketika ia menyadari adanya jejak dari pengalaman masa anak-anak terhadap tingkah laku sekarang, ia tidak menunjukkan keseluruhan keterpenjaraan masa lalu kita. Kompleks pada masa anak-anak dalam sistemnya dapat secara mendasar mempengaruhi perkembangan kita, tetapi kepribadian juga dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi sekarang ini dan aspirasi pada masa depan. Kita mempunyai kemampuan berkesinambungan untuk bertumbuh dan berkembang; dimana, pertumbuhan semacam itu adalah alami dan pasti terjadi pada manusia. Kita bisa berubah melalui rasionalisasi kita sendiri dan kemampuan kreatif, dan jika kita sebagai individu bisa berubah, secara bersama kita bisa merubah sistem sosial dimana kita tinggal.

Komentar Akhir

Murray sangat berhati-hati dalam menyebutkan anggapannya tentang sistem personologinya yang masih berada pada tahap embrio dan masih sedang berkembang. Ini bukan, dalam pandangannya, sistem yang selesai dan lengkap dalam artian apapun. Aspek dalam sistemnya – dengan sifat alami masih-berkembangnya – harus disimpan dalam pikiran ketika kita menganggap kritikannya bertentangan dengan hal itu. Kita tidak bisa secara keseluruhan menghancurkan suatu bangunan sebagai sesuatu yang jelek atau tidak berguna, atau memuji sebagai sesuatu yang indah dan berguna, ketika masih hanya ada bangunan sementara.

Satu masalah bagi pengembangan dan pengevaluasian dari posisi Murray ialah karena hanya beberapa bagian saja yang dipublikasikannya. Kepandaiannya dan ketotalitasannya dalam berpikir, hanya dikupas dalam jumlah terbatas untuk studi mendalam. Pengaruhnya secara jelas dirasakan secara mendalam oleh mereka yang bekerja bersamanya – oleh mereka yang mempunyai akses terhadap spekulasinya yang luas, yang dikupasnya dalam kebanyakan percakapan biasa. Sementara beberapa, mungkin juga banyak, ide-idenya telah diikuti oleh murid-muridnya dan kolega-koleganya, sedangkan yang lainnya menjadi bahan studi publik.

Ada juga fakta yang menyebutkan bahwa apa yang telah dipublikasikannya sulit untuk dibaca, bahasanya sukar dimengerti, formal, dan menggunakan teknik tingkat tinggi. Tentu saja ini membatasi penyebaran ide-idenya untuk mendidik publik dan termasuk kebanyakan profesional. Di saat kerjanya telah menjadi inspirasi bagi banyak penelitian, penelitiannya telah memimpin, kebanyakan bagiannya, pada keterbatasan aspek dari teorinya seperti misalnya pencapaian prestasi (n Ach) dan kebutuhan bersatu (n Aff), dan pada teknik-teknik menilai kepribadian. Jadi, hanya aspek-aspek tertentu dari teorinya yang telah dimasukan dalam tes percobaan, bukannya pada teori secara keseluruhan. Tentu saja sekarang ini kita akan mengenali bahwa kritikan ini tidak unik bagi teori Murray.

Aspek-aspek tertentu dalam pekerjaannya telah dikritik, dimulai dari metode penelitiannya. Timbul suatu perdebatan bahwa ketika Dewan Diagnostik yang dapat dikatakan demokratis, megharuskan itu menjadi sesuatu yang ilmiah. Untuk mencapai suatu kesimpulan yang ilmiah oleh aturan terutama bisa menjadi suatu prosedur yang tidak objektif. Pertanyaan lain yang ditanyakan dari sistemnya berhubungan dengan konsepnya tentang prosiding dan serial di mana terhadap hal ini terdapat bantahan bahwa bagian-bagian temporalnya diartikan terlalu samar untuk diidentifikasi atau dibatasi secara pasti. Seperti apa aturan bagi “pola tingkah laku yang signifikan”? Apa yang terjadi dengan yang dianggap yang tidak signifikan itu? Berapa lama suatu prosiding itu? Ini adalah beberapa pertanyaan yang belum bisa dijawab secara memuaskan.

Beberapa orang berpendapat bahwa klasifikasi kebutuhan Murray terlalu kompleks dan ada suatu tumpang tindih di antara kebutuhan-kebutuhan tersebut. Juga tidak terlalu jelas bagaimana kebutuhan tersebut berhubungan dengan aspek-aspek lainnya dalam kepribadian dan bagaimana kebutuhan-kebutuhan tersebut berkembang dalam individu.

Bagaimanapun kompleksnya klasifikasi kebutuhannya, tidak ada penyangkalan tentang betapa besarnya efek konsepnya bagi penelitian kepribadian, terutama yang berhubungan dengan pembuatan tes psikologi. Dalam hal teori, konsepnya tentang kebutuhan dan hal penting yang ditempatkan dalam motivasinya telah berpengaruh besar bagi studi kepribadian.

Secara keseluruhan, mungkin aman untuk berkata bahwa inovasinya pada teknik (seperti pada TAT), pengaruhnya pada metode penilaian kepribadian dan efek personal yang dibuatnya setidaknya bagi dua generasi peneliti personologi selama tahun-tahunnya di Harvard mempunyai efek yang lebih tahan lama dibandingkan dengan sistem teorinya. Pengaruh semacam itu begitu besar, yang dapat dibuktikan lewat penghargaan yang diperolehnya, dari American Psychological Association dan dari American Psychological Foundation yang diberikan dalam rangka menghargai kontribusi pentingnya bagi studi kepribadian.

RUJUKAN:

Schultz, Duane. 1981. Theories of Personality. California: Brooks/Cole Publishing Company.

4 Responses to “Teori Henry A. Murray”

  1. alsace Says:

    nice thx

  2. imam ap21l Says:

    dinamika kepribadian

  3. alle Says:

    waaawwww,thx so muuuch
    ngebantu bgt!! (^^)d

  4. nina Says:

    Terima Kasih🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: